Do'a Nggak Sembarang Berdo'a Tapi Ada Waktu Yang Paling Tepat


Waktu Waktu Yang Mustajab Untuk Berdo'a



Setiap kita pasti pernah terlilit  masalah , baik ringan maupun berat. Ada saat masalah itu terlewati dg mudah namun tak jarang  masalah tsb amat berat hingga butuh usaha ekstra utk menyelesaikannya. Saat itu seakan semua pintu terkunci rapat , padahal pintu karunia Allah masih terbuka lebar dan tidak akan pernah tertutup. Kita tidaklah sendirian menghadapi masalah tsb, masih ada Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah yang mengubah semuanya, mengubah yg sempit menjadi lapang dst. Sayang sekali bila kita tidak menyandarkan ujian tsb kpd Allah, bahkan enggan meminta kepada-Nya . Bukankah kemurahan dan kasih sayang–Nya, hingga  Dia   membuka  pintu-pintu langit seakan tiada jarak antara langit dan bumi ,  agar doa permohonan makin mudah dan  segera sampai kepada-Nya. Saudaraku mari kita manfaatkan waktu mulia ini sbg motivator utk  memperbanyak doa  kepada-Nya. Sungguh  Allah  menghapus jarak antara langit dan bumi dgn membuka pintu-pintu langit  kpd hamba-hamba-Nya yg berdoa , utk mempercepat pengkabulan doa ( permintaan) hamba-Nya.

Saudaraku , doa adalah jawapan bagi setiap keperluan. Doa adalah tempat  rehat  bagi mereka yang kelelahan , tempat berteduh bagi yang gundah, kelegaan bagi yang terbakar api hasrat.


Segala puji bagi Allah , yang Maha Mendengar setiap doa, Maha Mengampuni segala kekeliruan. Shalawat dan salam  teruntuk  utusan-Nya yang menjadikan shalat sebagai penyejuk jiwa yaitu Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya dan para pengikutnya hingga akhir jaman. Semoga keselamatan selalu terlimpah kepada  Rasul-Nya dan para pengikutnya yang istiqamah di jalan-Nya.  

Saudaraku, yakinlah  Rasul-Nya telah memberitakan kepada kita akan kemurahan Allah untuk mendekatkan doa-doa , mempercepat laju doa-doa kita hingga cepat sampai ke hadirat-Nya. 

Bahkan Allah berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ {186}
“ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”  ( Qs. al-Baqarah :186).

Ibnul Jauzi dalam tafsirnya (I / 189) menyebut lima peristiwa yang menjadi latar belakang turunnya ayat ini ; 
1.   Seorang arab badui mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata: Apakah Rabb kita dekat sehingga kita bermunajat (berbisik) dengan-Nya ataukah jauh sehingga kita menyeru-Nya? maka turunlah ayat ini.
2.  Seorang  Yahudi Madinah berkata: Wahai Muhammad! Bagaimana Rabb kita mendengar doa kita sedangkan engkau menganggap antara kita dan langit berjarak perjalanan 500 tahun? Maka turunlah ayat ini.
3.  Mereka (sahabat) berkata: Wahai Rasulullah! Seandainya kita mengetahui kapan waktu yang paling disukai Allah untuk kita berdoa dengan doa kami. Maka turunlah ayat ini.
4.   Sahabat-sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: Di mana Allah? Maka turunlah ayat ini.
5.  Ketika diharamkan makan dan hubungan suami istri setelah bangun tidur pada masa awal-awal diwajibkannya puasa atas orang-orang Islam, seorang dari mereka (sahabat) makan setelah bangun tidur dan seorang behubungan suami istri setelah bangun tidur, maka mereka bertanya: Bagaimana cara bertaubat dari apa yang telah mereka lakukan?. Kemudian turunlah ayat ini

Peristiwa-peristiwa tersebut sebagai latar belakang turunnya ayat ini juga disebutkan oleh Ibnu Jarir ath-Thabari (III / 223 – 225), Ibnu Katsir (II / 186 – 187), al-Baghawi (I / 204) dan al-Qurthubi (III / 177 – 178).

Sungguh , doa dapat menjadikan sesuatu yang awalnya terlihat tidak mungkin menjadi mungkin, yang awalnya terlihat mustahil menjadi benar-benar kenyataan.

Adapun waktu-waktu yang mustajab untuk berdo’a itu adalah sebagai berikut :

1.           Ketika Waktu Adzan.

2.          Ketika bertempur di jalan Allah SWT.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh imam bukhari dalam Al-Adab, yang bersumber dari Shal bin Sa’ad r.a . Secara marfu’ ia berkata :
“Dua saat dimana pintu-pintu langit dibuka, jarang ornag-orang berdoa’a ditollak  do’a nya, yaitu : ketika terdengar adzan dan ketika bertempur dijalan Allah”.

3.          Pada waktu adzan dan iqamah

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam abu daud, Turmudzi dan Al Hakim yang bersumber dari Anas r.a . bahwa Rasullah SAW telah bersabda :
“Do’a itu mustajab di antara aadzan dan iqomah”.

4.         Ketika ditimpa musibah atau kesusahan.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Al hakim yang bersumber dari Abu Umamah r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“Apabila malaikat berseru dibukalah langit dan dikabolkan do’a. Maka siapa yang hendak ditimpa musibah atau kesusahan, hendaklah ia berusaha menjawab juru panggil itu, kemudian mengucapkan : Ya Allah, pemilik panggilan yang sempurna dan benar serta mustajab ini, yang dipenuhi seruannya, seruan kebenaran dan kalimat taqwa, hidupkan kami dan matikan kami di atas itu dan jadikan kami sebagai ahlinya dalam keadaan hidup dan mati. Kemudian ia memohon keperluannya”.

5.          Pada waktu sepertiga malam yang akhir.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Al hakim dan Turmudzi yang bersumber dari Ibnu abbas r.a . bahwa rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya ia adalah saat saat yang disaksikan malaikat dan do’a saat itu di ijabah”.
Dan juga sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al Bazzaar dan Thabrani dengan sanad shahih yang bersumber dari Ibnu Umar r.a , ia berkata :
“Seorang lelaki memanggil Rasulullah SAW lalu bertanya : malam manakah yang paling terkabul do’anya?  Nabi SAW menjawab : Tengah malam yang Akhir”.

6.         Ketika turun hujan

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam thabrani dengan sanad dhoif yang bersumber dari Abu Umamah r.a .bahwa rasulullah SAW bersabda :
“ Pintu-pintu langit dibuka dan do’a dikabulkan dalam empat keadaan, yaitu : disaat terjadi pertempuran sengit dijalan Allah, disaat turunn hujan, disaat mendirikan Shalat dan disaat melihat Ka’bah”.

7.          Ketika timbul bayang-bayang diwaktu sore dan ketika angin bertiup.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh  Imam Abu Nu’aim dalam Al Hilyah yang bersumber dari Abdullah bin Aufa r.a . ia berkata, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
“Apabila timbul bayang bayang dan angin bertiup, maka mohonlah keperluanmu kepada Allah, karena ia adalah saat orang-orang yang bertaubat”.

8.         Pada waktu hari jum’at

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang bersumber dari Abu Hurairah r.a .bahwa Rasulullah SAW menyebut hari jum’at, lalu beliau bersabda :
“Didalamnya terdapat suatu saat yang tidaklah seorang Hamba yang muslim bertepatan dengannya sedang ia Shalat da memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Allah memberinya”.

9.         Pada waktu malam jum’at.

10.       Pada waktu malam pertama dari bulan rajab.

11.        Pada waktu malam  nisfuu Sy’ban.

12.       Pada waktu salam dari dua hari raya.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ad Dailami yang bersumber dari Abu Umamah r.a . secara marfu’ . bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
“Lima malam dimana Do’a tidak ditolak : yaitu malam pertama dari bulan rajab, malam nisfu, malam jum’at, dan dua malam dua hari raya”.

13.       Ketika hari Arafah/ketika wukuf di padang Arafah.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh  Imam Sa’id bin Manshur dalam sunnahnya yang bersumber dari Abd Muthalib bin Abdullah bin hanthab r.a . bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : “ Termasuk Do’a yang paling utama adalah Do’a dihari Arofah”.

14.       Pada waktu malam lailatul Qadar.

15.       Pada waktu bulan Ramadhan.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani yang bersumber dari Ubaidah bin Shamit r.a . bahwa rasulullah SAW bersabda :
“Pada suatu hari dibulan Ramadhan; telah datang kepada kalian bulan baroqah, didalamnya turun rahmat dan dihapuskan dosa-dosa sedangkan do’a dikabulkan”.
Diriwayatkan dalam Al Ausath dari Umar bin Khathab r.a . ia berkata : bersabda Rasulullah SAW :
“Orang yang banyak menyebut nama Allahh dibulan Ramadhan,  diampuni dosanya dan orang yang memohon sesuatu  kepada Allah dibulan itu tidak disia-siakan”.

16.       Pada waktu mengkhatamkan Al-Quran.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam As Syu’ab yang bersumber dari anas r.a . dari Nabi SAW, beliau bersabda :
“Disaat mengkhatamkan Al-Quran terdapat do’a mustajab”.
Diriwayatkan dari jalan lain dengan lafadz lain : “Disaat mengkhatamkan Al-Quran terdapat do’a mustajab dan sebatang pohon di Surga”.

17.       Pada saat setiap selesai mengerjakan Shalat Fardhu.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Abu Bakar bin Abuyadh, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
“Barang siapa mengerjakan satu shalat fardhu, maka ia mempunyai do’a mustajab”.

18.       Pada waktu ruku’ dan sujud.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang bersumber  dari Ibnu Abbas r.a Rasulullah bersabda :
“Aku dilarang  membaca al-Quran diwaktu ruku’ dan sujud. Adapun ruku’maka agungkan tuhan didalamnya, adapun sujud, maka usahakanbanayk berdo’a diwaktu  itu dan patutlah do’amu dikabulkan”.

19.       Pada saat merasa gemetar.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam ahmad dalam Az Zuhd yang bersumber dari Khalid Al Hadzdza’, ai berkata :
“Adakah Isa as. Berkata : Apabila kamu merasa gemetar dan menangis, maka berdo’alah pada waktu itu”.

20.      Pada waktu dalam keadaan bersih.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dengan sanad hassan yang bersumber dari Abi Raham Asam’iy. Ia berkata: rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya termasuk saat dimana do’a dikabulkan adalah diwaktu bersih”.

21.       Pada waktu dalam suatu majlis/pengajian agama.

Sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang bersumber dari Al Wahid bin Muslim dari yazid bin Abi Maryam dari Aba Idris Al Khaulani, ia berkata : “Berkata Mu’adz bin Jabal : sesungguhnya engkau duduk dengan suatu kaum yang pasti banyak bicara , maka apabila engkau lihat mereka lalai, maka mohonlah kepada Tuhanmu pada waktu itu berbagai keinginan”.
                Berkata Al Walid : Aku berkata kepada Abdurrahman bin Yazid bin Jabir ia berkata :
“ Ya, diceritakan kepadaku oleh Abu Thalhah Hakim bin Dinar bahwa mereka berkata : sesungguhnya ia adalah do’a yang mustajab. Mereka berkata : apabila engkau lihat orang banyak lalai, maka mohonlah berbagai keinginan kepada Tuhanmu waktu itu”.

Hari ini, saya akan membahas waktu – waktu dibukannya pintu – pintu langit. Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa salah satu waktu yang mustajab untuk berdo’a yaitu saat pintu – pintu langit dibuka. Berikut penjelasannya :

Dari Abdullah bin as-Saib rabhw RasulullahSAW shalatempat rakaat setelahmataharitergelincir sebelum shalatdzuhur  dan bersabda , yg artinya : "Bahwa waktu tsb adalah saat dibukanya pintu-pintu langit, dan aku  suka  jika amalan shalihku  diangkat saat itu." (Hr. At Tirmidzi - Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani. Khalid bin Sulaiman Ar-Rib’i dlm Min ‘Aja’ib ad Du’a ).

Saudaraku, berikut waktu-waktu yg  dibukakan pintu langit :

1.      Saat melaksanakan shalat sunnah qobliyah zhuhur , Berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Empat rakaat sebelum zhuhur tanpa salam diantara rakaat-rakaatnya maka terbukalah pintu-pintu langit.” (Shahih al Jami, 885)
2.     Saat berkumandang adzan , berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Apabila seorang muadzin mengumandangkan adzan maka terbukalah pintu-pintu langit dan dikabulkanlah doa.” (shahih al Jami’ 803)
3.     Tatkala menanti dua shalat , berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Bergembiralah kalian, Ini adalah Tuhan kalian sungguh Dia SWT telah membuka satu pintu dari pintu-pintu langit dan membanggakan kalian dihadapan para malaikat dengan mengatakan,’Kalian lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka telah menyelesaikan suatu kewajibannya dan menanti kewajiban yang lainnya.” (ash Shaihah 661, sunan Ibnu Majah 850)
4.     Di tengah malam , berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Pintu-pintu langit dibuka pada saat tengah malam lalu ada suara yang memanggil,’Apakah ada orang yang berdoa? Lalu orang itu pun dikabulkan. Apakah ada orang yang meminta? Lalu orang itu pun diberikan. Apakah ada orang yang dalam kesulitan? Lalu orang itu pun dilapangkan.” (Shahih al Jami’ 376)
5.     Saat berdoa dengan mengucapkan Allahu Akbar Kabiron Walhamdulillah Katsiron Wa Subhanallahu Bukarotan Wa Ashilan.

Ketika kami melaksanakan shalat bersama Rasulullah saw, lalu ada seseorang yang mengatakan,”Allahu Akbar Kabiron Wal hamdulillah Katsiron Wa Subhanallahu Bukrotan wa Ashilan.”
Lalu Rasulullah saw bersabda,”Siapakah yang mengatakan kalimat ini dan itu.’ Lalu orang itu berkata,’Saya wahai Rasulullah saw.’ Beliau bersabda,”Aku tertegun dengannya dan pintu-pintu langit pun terbuka.’ Ibnu Umar berkata,’Aku pun tidak pernah meninggalkan kalimat-kalimat itu sejak mendengar sabda Rasulullah itu.” (Shahih Muslim).

Saudaraku , saat pintu-pintu langit terbuka ini merupakan salah satu dari waktu mulia yang dianjurkan untuk berdoa didalamnya sebagaimana perkataan Abu Hurairah, ”Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka saat barisan (kaum muslimin) yang berjihad di jalan Allah melakukan penyerangan, ketika turun hujan lebat, ketika iqomat untuk melaksanakan shalat wajib maka raihlah keberuntungan didalamnya dengan berdoa.” (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 7163)

Adapun tentang dimana kedudukan lapisan langit yang sebenarnya maka hanya Allah lah yang mengetahuinya namun jika kita melihat arti dari langit atau sama’ didalam bahasa arabnya, menurut az Zajjaj bahwa makna sama (langit) secara bahasa adalah segala sesuatu yang tinggi dan berada diatas dan setiap atap adalah langit.

Dari sini bisa dikatakan bahwa awan adalah langit karena ia berada tinggi diatas. langit adalah segala sesuatu yang ada diatasmu dan menaungimu. (Lisan al Arab juz XIV hal 397)

Allah SWT  telah memberitahukan bahwa lapisan langit ini sebagaimana lapisan bumi berjumlah tujuh, didalam firman-Nya :  yang  artinya : “Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi.” (QS. Ath Thalaq : 12)

Dan jarak antara satu langit dengan langit yang lainnya mencapai lima ratus tahun, sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Hurairoh,”Sesungguhnya antara satu langit dengan langit yang lainnya berjarak lima ratus tahun, dan sesungguhnya bangunan setiap langit sama seperti itu. Dan antara satu bumi dengan bumi yang lainnya berjarak lima ratus tahun.”

Diriwayatkan pula oleh Ishaq bin Rohuwaih dan al Bazzar dari hadits Abu Dzar serupa dengan itu,”Antara setiap langit dengan langit yang lainnya berjarak tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua tahun.”

Kedua hadits tersebut dapat digabungkan yang berarti bahwa perbedaan jarak diantara keduanya adalah tergantung dari cepat atau lambat perjalanannya. (Fathul Bari juz VI hal 317)

Saudaraku, sudah selayaknya sebagai hamba-Nya, kita senantiasa untuk selalu berusaha mendekat kepada-Ny, berdoa kepada-Nya atas segala kesulitan dan ujian yang menimpa kita.  Dan Allah sendiri menyediakan waktu-waktu tertentu yang menjadikan doa-doa kita begitu mudah sampai kepada-Nya. 

Saudaraku, tak ada seorangpun yang bisa terlepas dari ujian-Nya, tidak pula seorang rasul atau nabi, bahkan Rasulullah SAW sendiri dilempari batu, kakinya berdarah, wajahnya terluka, giginya terlepas, dituduh tukang sihir, penyair , gila dst. Padahal beliauadalah sebaik-baiknya hamba yang bersabar, istirja' , bersyukur dan ikhlas.

Dilain pihak Rasul-Nya juga telah memberitakan kepda kita akan kemurahan Allah untuk mendekatkan doa-doa , mempercepat laju doa-doa kita hingga cepat sampai ke hadirat-Nya.Allah yang menimpakan musibah dan Allah juga yang menghilangkan musibah, untuk itulah Allah juga menyediakan fasilitas kemudahan untuk doa-doa kita.

Allahu a’lam
sumber  :  al-Wasiyyah al-Nabawiyyah lil-Ummah al-Islamiyyah fi Hajjah al-Wada’; Prof. Dr. Faruq Hamadah, Eramuslim., Min ‘Aja’ib ad-Du’a : halid bin Sulaiman Ar-Rb’i, dll

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment